Kategori

Kemiskinan

Memantau 5 Indikator strategis

Tren-
Sorotan

Garis Kemiskinan Total Menurut Kabupaten

Naik 6.0%
511.028
Rupiah/Kapita/BulanTahun 2025

Garis Kemiskinan di Kabupaten Majene menunjukkan tren peningkatan yang stabil selama periode 2020 hingga 2024. Pada tahun 2020, GK tercatat sebesar Rp384.344 per kapita per bulan dan terus merangkak naik hingga mencapai Rp482.173 pada Maret 2024. Kenaikan pada tahun terakhir (2023 ke 2024) sebesar 4,53% mencerminkan adanya peningkatan biaya hidup yang harus ditanggung masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok di wilayah tersebut. Secara regional, nilai Garis Kemiskinan di Kabupaten Majene pada tahun 2024 berada di atas rata-rata Garis Kemiskinan Provinsi Sulawesi Barat yang sebesar Rp454.879. Kondisi ini menyiratkan bahwa biaya untuk hidup layak di Majene relatif lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata biaya hidup di kabupaten lain di wilayah Sulawesi Barat.

Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Menurut Kabupaten

Turun 34.1%
0,27
Tahun 2025

Angka Indeks Keparahan Kemiskinan di Kabupaten Majene menunjukkan tren perbaikan setelah sempat mencapai titik puncaknya sebesar 0,61 pada tahun 2022. Pada Maret 2024, indeks ini tercatat berada di angka 0,41, yang meskipun sedikit lebih tinggi dibanding tahun 2023 (0,35), namun secara umum tetap menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan masa pandemi. Penurunan nilai P2 ini mengindikasikan bahwa distribusi pengeluaran di antara penduduk miskin menjadi lebih merata.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Menurut Kabupaten

Turun 14.8%
1,55
Tahun 2025

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) atau Poverty Gap Index merupakan indikator yang mengukur rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap Garis Kemiskinan. Selama periode lima tahun terakhir, pergerakan indeks P1 di Kabupaten Majene menunjukkan tren yang fluktuatif namun memperlihatkan sinyal perbaikan yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Setelah sempat mencapai titik tertingginya pada tahun 2022 dengan angka 2,6, nilai P1 konsisten menurun hingga berada di level 1,82 pada Maret 2024. Penurunan angka ini memberikan makna krusial bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di Kabupaten Majene kini semakin mendekati ambang Garis Kemiskinan. Implikasinya, beban ekonomi masyarakat miskin untuk keluar dari kemiskinan menjadi lebih ringan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, asalkan tren positif ini dibarengi dengan pengendalian harga kebutuhan pokok dan penguatan daya beli masyarakat secara berkelanjutan.

Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten

Turun 4.8%
12,98
PersenTahun 2025

Tingkat kemiskinan di Majene menunjukkan tren perbaikan dalam dua tahun terakhir. Setelah mencapai puncaknya pada 2022, persentase dan jumlah penduduk miskin berhasil diturunkan secara konsisten, menandakan efektivitas program penanggulangan yang dijalankan.

Jumlah Penduduk Miskin Menurut Kabupaten

Turun 4.1%
23,4
Ribu JiwaTahun 2025

Sumber Data: BPS Web API